Kamis, 18 Februari 2010

Tanda dari Pertumbuhan

Ada hal yang mutlak ada didalam gereja Tuhan yaitu : kedewasaan. Gereja tidak mungkin menyelesaikan kehendak Allah dan tujuanNya bagi dunia ini jika gereja kekanak-kanakkan. Hanya gereja yang dewasa, yang dipercaya Allah untuk menyatakan kemuliaanNya. Demikianpula dengan kita pada saat ini, kita tidak bisa melakukan expansi jika kita hidup didalam sifat kekanak-kanakkan. Dewasa yang dimaksudkan disini bukan sekedar yang lahiriah/jasmani tetapi dewasa rohani (berparagdigma Kristus didalam hidup dan karakter).
Rasul Paulus didalam suratnya kepada jemaat di Korintus, ia mencela sikap kekanak-kanakkan mereka (I Kor 3:1-3). Salah satu tanda yang nampak jika seseorang mulai dewasa adalah : meninggalkan sifat kanak-kanak (I Kor 13:11, 14:20), dan hal inilah yang bisa kita katakan pertumbuhan. Dalam kesempatan ini, saya mau mengajak saudara-saudari kekasih untuk memperhatikan beberapa tanda dari pertumbuhan, sbb :

1. Respon yang Benar(Yak 1:2-4)

Tekanan, persoalan bahkan pencobaan boleh datang tetapi respon kita harus benar. Respon yang benar akan menentukan hasil/bahagian yang akan kita terima. Yakobus mengatakan anggaplah suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh kedalam pencobaan(Yoh 16:33, Kis 14:22). Kata jatuh dalam teks aslinya bukan kecelakaan tetapi bertemu/menjumpai. Selama kita hidup kita akan bertemu atau menjumpai berbagai persoalan ataupun tantangan namun respon kita harus benar (Mat 4:1-11, Bil 14:19-27).

2 Tidak menipu Diri Sendiri (Yak 1:19-27)

Didalam bahagian Firman Tuhan ini, Yakobus sedang mengingatkan para pembaca suratnya bahaya dari menipu dirisendiri (ay 22-27). Kebanyakan dari antara orang Kristen sering menipu diri mereka sendiri (Mat 7:22-23). Orang yang bertumbuh dewasa adalah orang-orang yang jujur pada diri sendiri, hanya mereka yang tidak dewasa dan tidak bertumbuh yang suka berpura-pura. Yakobus mengarahkan setiap pembaca dari suratnya untuk meninggalkan gaya hidup yang suka menipu diri sendiri dengan: menerima Firman, melakukan Firman dan membagikan Firman

3. Hidup didalam Iman yang benar (Yak 2:14-26)

Iman adalah suatu asas kunci didalam kekristenan. Kita diselamatkan karena karena iman ( Efesus 2:8-9 ) dan kita harus hidup didalam iman ( II Kor.5:7 ). Tanpa iman tidak mungkin kita berkenan kepada Allah ( Ibrani 11:6 ) dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman adalah dosa ( Roma 14:33 ). Dalam bahagian Firman Allah ini, Yakobus sedang berbicara tentang hubungan antara iman dan perbuatan. Yakobus mengajarkan bahwa iman yang benar adalah iman yang dinamis ( yakin bahwa Firman Allah benar dan yakin bahwa tindakan yang dilakukan berdasarkan Firman Allah pasti mendapat berkat ). Tanda daripada pertumbuhan adalah kita hidup didalam iman yang benar, bukan iman yang mati apalagi iman setan-setan.

4. Menguasai lidah ( Yak. 3:1-14 )

Salah satu kuasa terbesar yang diberikan Allah untuk manusia yaitu berbicara. Dengan lidah kita memuji Allah, berkhotbah, tetapi dengan lidah juga kita bisa memfitnah atau merusakkan nama baik seseorang. Karena itu kuasailah lidah kita. Untuk itu kita harus konsekwen sebagai pembawa kabar baik dan pemberi semangat bagi mereka yang letih lesu ( Yes.50:4 )

Tinggalkan sifat kekanak-kanakan dan teruslah bertumbuh dewasa ,dengan jalan, kita mau berespon dengan benar, tidak menipu diri sendiri, hidup dalam iman yang benar dan menguasai lidah kita.

Selasa, 09 Februari 2010

GROW ( 2 )

Allah menginginkan gereja-Nya untuk menjadi dewasa, dan untuk itu gereja harus bertumbuh. Jika kita perhatikan Efesus 4:10-16, Rasul Paulus mengatakan kepada Jemaat di Efesus bahwa Gereja yang bertumbuh dewasa adalah gereja yang hidup didalam kesatuan ( harmoni ), saling membangun dan menasehati. Gereja haruslah diperlengkapi, agar memiliki pengetahuan iman yang benar tentang Anak Allah sehingga menjadi dewasa penuh, yang pada akhirnya tidak lagi diombang-ambingkan dengan rupa-rupa angin pengajaran dan permainan palsu manusia.

Goal dari jemaat adalah menjadi dewasa penuh atau menjadi Jemaat Anak Sulung dan untuk menuju kesana gereja haruslah bertumbuh. Untuk membuat gereja bertumbuh Allah menggunakan sarana-sarana yang akan membawa gerejaNya sesuai dengan kehendak dan tujuanNya. Apa saja sarana-sarana tersebut ?
  • Matinya sebuah benih ( Yohanes 12:24 ) Menjelang kematianNya Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya betapa pentingnya kematianNya untuk rencana Allah menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka. Ia menggambarkan kematianNya seperti biji gandum yang jatuh ketanah dan mati. Tetapi biji gandum yang jatuh ketanah dan mati tersebut akan tumbuh kembali dan menghasilkan banyak buah. Bagi kita hal ini berbicara tentang penundaan-penundaan, atau kegagalan-kegagalan kita, mimipi-mimpi yang belum tercapai, harapan-harapan yang belum menjadi kenyataan, korban-korban yang kita lakukan tetapi belum menuai, dan lain sebagainya. Dan menurut kacamata kita itulah kegagalan, tapi kita lupa bahwa ada tangan Allah yang tak terlihat yang sedang membawa kita kepada TujuanNya-untuk menjadi dewasa didalam Dia. Yusuf, ketika ia mendapatkan sebuah mimpi yang indah dari Allah, membuat ia dibenci dan akhirnya terjual sebagai budak. Apakah ini merupakan kegagalan bagi Yusuf ? Musa, ketika ia lari dari Firaun setelah ia membunuh mandor Mesir, apakah hal itu merupakan kegagalan bagi Musa ? Alkitab berkata, melalui hal-hal yang sulit dan tak mengenakkan, Allah membawa Yusuf menjadi Perdana Menteri di Mesir, dan Musa melalui padang Gurun Median, Allah mempersiapkan dia untuk membawa Bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir.
  • Perkataan yang keras ( Yoh. 6:60-66 ). Didalam I Kor.3:1-3, Rasul Paulus mencela jemaat di Korintus dan ia mengatakan kepada mereka bahwa mereka adalah manusia duniawi yang belum dewasa didalam Kristus, karena mereka belum dapat menerima makanan yang keras, sehingga ada iri hati dan perpecahan didalam jemaat tersebut. Jauh sebelumnya, banyak pula dari murid-murid Tuhan Yesus yang mengundurkan diri dan meninggalkanNya. Hal ini disebabkan karena perkataan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus adalah perkataan yang keras dan mengguncang iman mereka. Salah satu fenomena di akhir jaman ini adalah banyak orang Kristen yang mencari guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan pendengaran mereka. Mereka tidak lagi mempercayakan hidup mereka kepada kebenaran, tetapi kepada dongeng ( II Tim.4:3-4 ). Gereja tidak akan pernah menjadi dewasa jika jemaat terus hidup seperti kanak-kanak. Karena itu inilah saatnya kita memberi hidup kita untuk menerima perkataan-perkataan Firman yang keras sekalipun walaupun itu "menyakitkan" karena Firman itu adalah seperti pedang bermata dua, yang memisahkan roh dan jiwa. Bukankah kita semua sedang dipersiapkan untuk memerintah bersama-sama dengan Dia ?
  • Ditinggalkan sendirian ( Markus 6:45-51 ). Setelah mengadakan mujizat, memberi makan 5000 orang, Tuhan Yesus menyuruh murid-muridNya menyebrang terlebih dahulu ke Bethsaida. Sedangkan Ia naik bukit dan berdoa. Dalam pelayaran mereka ke Bethsaida, tiba-tiba perahu mereka dihantam oleh angin sakal dan Yesus tidak ada bersama-sama mereka. Alkitab berkata bahwa mereka akhirnya kepayahan menghadapi badai tersebut. Terkadang didalam kehidupan ini seringkali kita seolah-olah menghadapi sendirian "angin sakal" yang datang didalam hidup kita. Dan banyak pula di antara kita yang akhirnya tidak kuat dalam situasi ini. Untuk membuat iman kita bertumbuh, terkadang Allah membuat kita sendirian. Tetapi ingatlah bahwa Ia tetap melihat semuanya dan akan bersegera menolong kita-tepat pada waktunya.
Pertumbuhan yang dihendaki Allah dari JemaatNya adalah agar jemaatNya memiliki pengetahuan yang benar akan Firman kebenaran, sehingga akhirnya mereka menjadi dewasa penuh didalam Dia. Untuk itu tentu ada sarana yang dipakaiNya untuk kita dapat terus bertumbuh yaitu matinya sebuah benih, perkataan Firman yang keras dan terkadang ditinggal sendirian. Selamat bertumbuh !

Kamis, 04 Februari 2010

GROW

Allah menginginkan agar setiap kita yang percaya kepadaNya bertumbuh/meningkat sampai kita menjadi dewasa penuh didalam Dia (Efesus 4 : 13-15, Filipi 2:12 ).
Berikut ini mari kita perhatikan apa yang Allah inginkan didalam Ibrani 6:1, Kata sebab itu didalam ayat tersebut berhubungan dengan Ibrani 5:13-14, dimana Rasul Paulus menegur orang Kristen Ibrani karena mereka tidak maju didalam hal-hal rohani, sebab mereka tidak beralih kepada perkembangan yang benar. Mereka masih berada didalam keadaan kanak-kanak yang harus diberi susu dan bukanlah makanan yang keras yang seharusnya diberikan bagi orang dewasa. Dengan kata lain, jemaat Ibrani yang berada di perantauan belum dewasa penuh didalam Kristus. Jemaat yang masih kanak-kanak, jika diterpa dengan pencobaan dan pengajaran-pengajaran yang tak sehat akan mudah untuk murtad dan akhirnya berpaling dari Kristus Sang Gembala Agung.

Perlu kita sadari bahwa jemaat harus menjadi jemaat yang bertumbuh dewasa, Alkitab katakan tidak hanya bertumbuh, tetapi menjadi dewasa penuh. ( Ibrani 6:1, Kolose 3:14, Filipi 3:12, I Kor. 2:6 ). Didalam Perjanjian Baru, ada dua kata dasar yang diterjemahkan sempurna atau dewasa yaitu : teleioo yang berarti menyelesaikan, menggenapkan atau menjadi dewasa. Kata kedua adalah : katarisai yang berarti dilengkapkan atau disediakan. Dengan demikian jemaat yang bertumbuh adalah jemaat yang menyelesaikan, menggenapkan dan menyediakan dirinya dipakai oleh Roh Kudus untuk mengerjakan dan menyelesaikan pekerjaan Allah dimuka bumi ini.

Berikut ini adalah dasar bagi setiap orang percaya untuk terus bertumbuh dewasa didalam Tuhan sebagaimana yang disaksikan oleh Alkitab.

  • Pengharapan dan Iman ( Ibrani 6: 13-15 )
Allah berjanji kepada Abraham bahwa ia akan menjadi bangsa yang besar meskipun Sarah telah lewat masa untuk memiliki anak. Namun Abraham percaya janji itu dan Allah membenarkan Abraham oleh karena percayanya. Demikian pula dengan kita hari ini, pengharan dan iman kita adalah sarana untuk kita dapat terus bertumbuh didalam DIA untuk menjadi umat Allah yang dewasa yang dibenarkan oleh percaya, yaitu percaya akan janji-janji FirmanNya.
Jemaat Tuhan, apapun kenyataannya saat ini, apapun keadaan kita saat ini, tetaplah percaya dengan iman yang sungguh akan Firman kebenaran, lalu terimalah pembenaran dari Allah dan kemudian majulah terus dan bertumbuh terus menjadi umat Allah yang mencapai kedewasaan penuh didalam DIA.

  • Sumpah Allah ( Ibrani 6: 16-17 )
Apabila manusia bersumpah biasanya bersumpah demi sesuatu yang lebih tinggi atau lebih besar daripadanya. Tetapi tidak demikian halnya dengan Allah, sebab tidak ada yang lebih tinggi atau lebih besar daripada Allah.
Pertumbuhan iman kita didalam DIA bukan sekedar usaha atau kemampuan dari manusia tetapi kasih karunia yang didasari oleh sumpah Allah bahwa Ia akan membawa kita semakin hari semakin serupa dengan Kristus AnakNya.

  • Yesus adalah perintis dan pengharapan kita ( Ibrani 6;19-20 )

Pengharapan dan janji-janji Allah itu ada didalam Yesus. Dia adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita. Sauh adalah lambang daripada pengharapan yang menyatakan bahwa janji itu tetap teguh dan kokoh. Ia sebagai perintis dari kita disurga, bukan hanya sebagai imam besar tetapi juga perintis yang telah membelahkan tabir agar kita dapat masuk tanpa takut bersalah, dengan penuh keberanian dihadapan hadirat Allah. Dengan demikian, pertumbuhan kita sebagai orang percaya telah ada jalan yaitu Yesus Kristus sendiri, dimana Ia telah menggenapi semua rencana Allah melalui kematian dan kebangkitanNya.

Kristus menginginkan jemaat yang dewasa. Jemaat yang dewasa adalah jemaat yang terus bertumbuh didalam Karakter Kristus, dan menjadi serupa denganNya, yang adalah Kepala dari tubuh. Oleh karena itu, biarlah setiap kita mau terus bertumbuh didalam iman , harap dan kasih kita, sampai kita benar-benar menjadi dewasa penuh didalam DIA, bertumbuh didalam karakter Kristus, dan siap merintah bersama DIA, didalam KerajaanNya.


Kamis, 14 Januari 2010

RAISE

Secara harafiah kata RAISE dalam bahasa Inggris memiliki beberapa pengertian yaitu : menegakkan, mengangkat, menaikan, mendirikan dan menimbulkan. Didalam Yesaya 58:12 dikatakan, engkau akan membangun reruntuhan yang berabad-abad dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan yang memperbaiki tembok yang tembus, yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni. Yesaya 58 merupakan nubuatan yang disampaikan oleh Nabi Yesaya bahwa Allah akan memulihkan dan menebus umatNya dari dosa-dosa mereka. Namun secara khusus latar belakang Yesaya 58 adalah teguran dan kecaman yang disampaikan Yesaya kepada umat Allah atas kemunafikan mereka dalam beribadah kepada Allah.

Ayat 12 dari Yesaya 58 adalah akibat yang akan terjadi jika umat Allah beribalik dengan sungguh-sungguh dari dosa-dosa mereka dan beribadah kepada Allah seperti yang dikehendakiNya. Aplikasinya bagi kita hari ini, bahwa dengan kasih karunia dan kuasa Allah kita bangkit untuk membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad dan memperbaiki dasar yang telah diletakkan oleh banyak keturunan. Namun penting bagi kita untuk memperhatikan apa yang disampaikan oleh Nabi Yesaya pada Israel, bahwa untuk bangkit dan membangun reruntuhan dan memperbaiki dasar, kita harus memperhatikan beberapa hal :

1. Ibadah kita harus benar.

Maksud dengan Ibadah Yang Benar disini adalah ibadah yang tidak ada kemunafikan, saat yang sama kita datang kepada Allah setelah itu kita kembali kepada cara hidup kita yang tidak berkenan kepada Allah ( Yesaya 58:2-3 ).

2. Ibadah kita harus disertai dengan belas kasihan.

Seringkali kita lupa bahwa Allah kita adalah Allah yang penuh dengan belas kasihan. Ibadah yang dikehendaki Allah adalah kita memperhatikan orang-orang yang tertindas dan memberi pertolongan kepada mereka ( Yesaya 58:6 )

3. Perhatikan hari Sabat.

Sejak penciptaan, Allah menetapkan bahwa satu hari dalam sepekan harus dipisahkan sebagai "kudus", suatu hari ketika umat Allah menghentikan kebiasaan kegiatan sehari-hari dan membiasakan diri untuk memperoleh istrahat jasmani dan pemulihan secara rohani. Banyak diantara kita yang menganggap bahwa hari Sabat adalah hari yang biasa dan kita sibuk dengan urusan kita sendiri ( Yesaya 58:13-14 )

Jika hal-hal diatas kita laksanakan maka kita akan mengalami suatu kebangkitan dan Allah akan mendatangkan terang, sukacita, keselamatan, kesembuhan, perlindungan, penyertaan serta pemulihan dari segala sesuatu.

Jumat, 28 Agustus 2009

BELAJAR DARI SINGA

Khotbah, 23 Agustus 2009

Menikmati Kuasa Allah : Belajar dari Singa

Wahyu 5:1-5

Kitab Wahyu pasal 5 menyingkapkan bagi kita sesuatu yang luar biasa!!, ketika Yohanes melihat pintu sorga terbuka, ia melihat ditangan kanan Dia yang duduk di tahta sebuah gulungan kitab dengan tujuh materainya. Didalam penglihatannya, Yohanes melihat seorang malaikat yang gagah, yang berseru dengan suara nyaring ”siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka materai-materainya”. Selanjutnya Yohanes melihat tidak ada seorangpun baik di sorga, bumi maupun dibawah bumi yang layak untuk membuka gulungan kitab itu dan melihat sebelah dalamnya. Ketika ia melihat hal itu, Yohanes menangis dengan amat sedih, jika kita terus memperhatikan didalam ayat 5, seorang dari tua-tua mengatakan pada Yohanes ”jangan engkau menangis sesungguhnya singa dari suku Yehuda yaitu dari tunas Daud telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh materainya”. Singa disini menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus, Ia telah menang atas iblis, atas segala kejahatan dan lewat korbanNya, Ia telah menebus manusia yang berdosa. Hanya Tuhan Yesus ”singa dari suku Yehuda” yang punya kuasa/otoritas untuk membuka kitab itu dan materainya.

Didalam Alkitab, Rasul Petrus mengatakan bahwa iblis sama seperti singa yang mengaum-ngaum dan mencari orang yang dapat ditelannya (I Ptrs 5:8), namun kita juga percaya bahwa singa dari suku Yehuda, yaitu Tuhan Yesus telah melucuti kuasanya dan membuat ia menjadi tontonan (Kol 2:15). Saya dan saudara diberi kuasa/otoritas untuk menang atas si jahat.

Hari ini kita akan belajar kebenaran Alkitab mengenai singa (Ams 30:29-30). Alkitab mengatakan bahwa singa ”tidak mundur terhadap apapun” artinya singa itu berani atau sangat berani. Selanjutnya mari kita perhatikan kehidupan Tuhan Yesus yang disebut dengan singa dari Yehuda. Ia memilih, menetapkan dan memimpin murid-muridNya untuk memiliki keberanian seperti singa yang tidak pernah mundur (baca....Luk 9:51, 13:22,31-33). Perhatikan, Tuhan Yesus mengarahkan pandanganNya ke Yerusalem, Dia tahu bahwa Ia akan ditangkap, dijatuhi hukuman mati disana, Ia tetap menuju ke Yerusalem. Perhatikan, Filipi 2:10-11, karena ketaatan dan keberanianNya, Bapa mengaruniakan kekuasaan dan kemuliaan kepadaNya. Mari kita perhatikan kualitas/keunggulan dari pada ”singa” :

1. Diperlengkapi untuk Menaklukkan( Kej 49:8-12)

Singa di kenal sebagai raja hutan, namun kenyataanya singa lebih menyukai daerah yang jarang pohonnya, kebanyakan dari singa hidup ditanah berumput yang ditumbuhi dengan duri-duri atau semak belukar. Bahu dan kaki singa diperlengkapi dengan kekuatan penuh untuk melompat. Lompatan terjauh dari singa adalah 12,1 meter sehingga mereka dapat menerkam leher mangsanya dan mulut dan gigi yang runcing dan tajam mereka dengan seketika dapat membunuh mangsanya. Demikian pula dengan kita, kitapun diperlengkapi untuk menjadi umat yang menang (tentang Daud, pada masanya seluruh musuh Israel ia taklukkan, Daud merupakan gambaran singa yang menaklukkan mangsa-mangsanya). Kelengkapan orang percaya ada Firman Allah, Roh Kudus, Lima Jawatan Pelayanan dan Karunia-karunia Roh.

2. Cara Manaklukkan Musuh (Efs 5:26, Kis 1:5)

Cara singa menaklukkan mangsanya adalah dengan menerkam dan menggigit dan singa melakukannya pada leher dan tengkuk serta mulut dari pada mangsanya, sehingga tidak dapat bernafas. Cara kita menaklukkan musuh kita adalah dengan menerima FirmanNya serta tenggelam didalamnya dan juga menerima Roh Kudus dan tenggelam didalamNya. Perhatikan Efesus 6:10-13, hal ini adalah cara mmenghadapi musuh, perlengkapan senjata Allah harus dimabil dan dikenakan. Kata ambil memiliki makna ”diterima” sedangkan kata dikenakan (enduo) artinya tenggelam.

3. Auman Singa (Ams 19:12, 20:2)

Ciri khas yang paling mencolok yang membuat singa sangat berbeda dengan jenis hewan yang lain adalah ”aumannya”. Dalam kondisi tertentu auman singa bisa terdengar dari jarak 5 mil atau 8 km saat singa berdiri menundukkan kepalanya sedikit serta melapangkan dadanya untuk menghasikan suara auman yang begitu kuat. Hal ini biasa dilakukan singa setelah matahari terbenam atau setelah manaklukkan mangsanya. Auman seperti ini sebagai pernyataan sebagai hak teritorial dan juga kepuasan. Apa bila kita mengingikan Tuhan bergerak ditengah kita sebagai singa suku Yehuda kita harus mengetahui dimana daerah teritorialnya yaitu ”hadiratNya”. Pastikan engkau selalu berada didalam hadiratNya dan perhatikan Yesaya 42:10-13, ini yang harus kita lakukan agar Ia bergerak diantara kita:

-”nyanyikan nyayian baru bagi Tuhan”, kata menyayikan dari kata (shir) yang berarti merayakan.

-”memuji (tehillah)”

-”memberi hormat kepada Tuhan (kavodh)” ( I Taw 29:10-19 )


Singa dari suku Yehuda telah memimpin kita untuk melewati jalan kemenanganNya. Dimana Ia tidak pernah mundur menghadapi para lawannya, ia masuk ke Yerusalem ditangkap,dihakimi dan dijatuhi hukuman mati kemudian Ia disalibkan dan akhirnya Ia ”mengaum" : ”sudah selesai” (Yoh 19:29).

Minggu, 23 Agustus 2009

BELAJAR DARI DOMBA

Ayat Bacaan : 2 Kor 12:8-10

Jika kita memperhatikan ayat bacaan diatas, disana dikatakan bahwa “didalam kelemahanlah kuasa Allah menjadi sempurna”. Bagi kita mungkin ayat bacaan Firman Tuhan tersebut agak aneh!!. Bukankah kuasa Allah berbicara tentang karakter dan karyaNya yang tidak dapat dibandingkan dengan siapa atau apapun juga?. Rasul Paulus mengatakan ”sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna, dan ia melanjutkan sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku supaya kuasa Kristus turun menaungi aku”. Namun yang harus kita mengerti ”kelemahan” yang dimaksudkan Paulus disini adalah bukan dosa atau kelemahan rohani yang dipelihara tetapi ”sesuatu atau keadaan yang tidak mengenakkan terjadi didalam kehidupan kita, dan hal itu adalah kehendak Tuhan”. Perhatikan ayat ke 11 ”sebab jika aku lemah maka aku kuat”. Kebanyakan dari antara orang percaya, tidak menghendaki keadaan yang terjepit, keadaan yang tidak nyaman terjadi didalam kehidupan mereka. Suka atau tidak suka ”terkadang” Tuhan mengijinkan keadaan yang demikian terjadi didalam kehidupan kita.

Konsep berpikir Allah berbeda dengan cara pikir kita, coba kita perhatikan salib dan korban Kristus di golgota adalah suatu kebodohan dan kelemahan bagi manusia tetapi bagi Allah dan kita yang percaya golgota dan korban grafirat Kristus adalah kuasa Allah dan kekuatanNya yang mengubah nasib manusia yang berdosa untuk memperoleh hidup didalam Dia. Untuk itu jangan pernah salahkan keadaan atau situasi yang membuat engkau terjepit/tidak nyaman, karena keadaan seperti itu mempercepat kuasa Allah turun melingkupi kita. Hari ini kita akan belajar dari ”domba”, bukankah kita yang percaya digambarkan sebagai kawanan domba Allah bahkan Alkitab mengatakan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah ”Anak Domba Allah”(Yoh 1:29). Domba adalah binatang yang lemah dan tidak bisa mempertahankan diri dan kawanan domba sangat bergantung kepada sang gembala. Ada kebenaran-kebenaran yang luar biasa dari domba yang patut kita perhatikan dimana hal itu membawa kita untuk ”menikmati” kuasa Allah walaupun kita berada didalam keadaan yang terjepit/tidak mengenakkan.:

1. Penciuman (2 Kor 2:14-15)

Penciuman domba sangat tajam sehingga ia dapat memilih tumbuh-tumbuhan mana yang harus dimakan. Seekor domba tidak akan memakan rumput yang sudah terkontaminasi kotoran. Dengan penciuman yang tajam tersebut induk domba dapat mengenali anak-anaknya, selanjutnya domba dapat mendeteksi bahaya lewat penciumanya serta memilih pasangannya. Perhatikan apa yang engkau ”makan” atau terima hari ini?. Hati nurani kita telah dimurnikan atau disucikan oleh darah Yesus( Ibr 9:14). Allah juga melengkapi kita dengan karunia untuk membedakan roh, seharusnya hal itu membuat kita ”peka” akan segala sesuatu apakah dari Tuhan atau tidak

2. Pendengaran (Kis 9:7, 22:9)

Frekuensi pendengaran domba lebih tajam dari pada manusia (Yoh 10:3-5). Perhatikan dengan benar, hari-hari ini adalah masa yang sangat penting bagi kita, oleh karena itu kita harus mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada kita, bukan yang lain (Why 3:13, 20). Perhatikan raja Saul di tolak Allah dari jabatannya menjadi raja Israel bukan karena hal yang lain tetapi karena tidak mendengarkan dan melakukan seperti yang disampaikan Allah melalui Samuel (I Sam 15:22-23). Pada akhirnya setiap kita diterima atau dilayakkan dihadapan Bapa dimulai dari apa yang kita dengar dan yang kita lakukan (Mat 7: 21-23)

3. Penglihatan (Amsal 4:25-27)

Perhatikan mata domba terletak pada kedua sisi kepalanya sehingga seekor domba hanya dapat melihat kedepan, sedangkan obyek disamping kiri-kanan hanya dapat dilihat dengan mata satu. Pandangan kita harus kedepan bukan ke belakang (Flp 3:13-14), jangan pernah melihat ke belakang karena Allah mau melakukan hal-hal yang baru di depan (Yes 43:18-19).

4. Cara Makan (Maz. 83:3)

Domba dan kambing cenderung berbeda pada waktu makan. Domba lebih suka merumput, kambing cenderung memakan tumbuhan hijau yang menggantung. Domba makan dengan kepala menunduk, sedangkan kambing makan dengan mengangkat kepala. Hal ini berbicara yang sesuatu yang dalam, tidak semua orang percaya menerima pemberitaan Firman dengan kepala tertunduk (mempercayai), ada juga yang kelihatannya menerima pemberitaan Firman tetapi kepala diangkat (sangsi, tidak percaya, siapa yang khotbah itu?)

Domba adalah binatang yang lemah tetapi Allah memakai binatang ini berbicara kepada kita ”kawanan dombaNya” bagaimana menikmati kuasaNya melalui kelengkapan-kelengkapan yang diberikan. Dengan hal tersebut membuat domba-domba yang lemah senantiasa berada didalam penggembalaan Sang Gembala Agung yang membawa mereka menikmati kuasa kepada kuasa dan membawa mereka pada kemuliaanNya.