Minggu, 12 Juli 2009

Gifts

Ayat Bacaan: Yosua 21:45

Dari ayat bacaan Firman Tuhan diatas, Yosua 21:43-45 dikatakan disana bahwa Tuhan memberikan keamanan dinegeri yang dijanjikan kepada bangsa Israel. Keamanan disini berbicara “kita bisa menikmati apa yang kita tabur atau kita bisa menikmati hasil dari apa yang kita kerjakan”. Perhatikan ayat 45 dari kitab Yosua 21 “dari segala yang baik yang dijanjikan Tuhan kepada kaum Israel tidak ada yang tidak dipenuhi semuanya terpenuhi”. Atau bisa kita katakan “tidak ada yang tidak diberikan semuanya diberikan”. Kenapa hal itu terjadi?, semuanya terjadi karena Allah sudah bersumpah kepada Abraham (Ibr 6:13-20). Kita percaya pada tahun ini, akan terjadi penggenapan janji Tuhan secara tiba-tiba (sudden fulfillment), Tuhan akan melakukannya bagi kita, apa yang terbaik itu yang Ia yang berikan dan genapi didalam hidup kita. Gifts atau pemberi-pemberian atau juga karunia-karunia datangnya dari Bapa kita, karena Ia adalah SUMBER. Mari kita perhatikan Yakobus 1:17 “setiap pemberian yang baik dan anugerah yang sempurna datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa”(Yoh 15:5-6). Selanjutnya didalam Roma 8:32, Paulus mengatakan bahwa Allah telah menyerahkan AnakNya untuk kita, jika AnakNya diberikan untuk kita bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia. Bapa yang kita percayai didalam Tuhan Yesus Kristus adalah sumber yang baik, dan Ia memanggil serta menetapkan setiap kita yang percaya menerima dan menyatakan kebaikanNya.

Berikut ini mari kita perhatikan beberapa contoh dan peristiwa didalam Alkitab bagaimana beberapa pribadi “menerima pemberian-pemberian yang luar biasa”dari pada Tuhan, Bapa kita,

1. Ayub (Ayub 42:12-16)

Tentang Ayub Alkitab mencatat bahwa Ia adalah orang yang saleh, jujur dan takut Allah serta menjauhi kejahatan dan Ayub adalah orang yang paling kaya ditanah timur. Perhatikan Ayub 2:1-8, didalam sekejap iblis yang mendapat”ijin” dari pada Allah untuk memporak-porandakan kehidupan Ayub, semua yang ada padanya habis tak berbekas. Tetapi ada hal yang berbeda didalam ps 42:12-16, kehidupan Ayub dipulihkan bahkan Ia menerima dua kali lipat berkat dari sebelumnya. Semua yang diterima Ayub dimulai dari ayat 10, ia mencabut perkataannya yang salah dan duduk dalam debu (Rm 10:10). Jika kita rindu Bapa memberikan yang terbaik didalam hidup kita, sebelumnya selidiki dan perhatikan perkataan apa yang biasanya kita ucapkan.

2. Daud (I Sam 30:1-25)

Latar belakang catatan Alkitab diatas adalah ziklag tempat tinggal Daud dan para pengikutnya dirampok dan dibakar oleh bangsa Amalek. Anak dan isteri mereka ditawan. Alkitab mencatat mereka menangis sampai tidak kuat lagi menangis dan dalam kesesakan yang luar biasa itu, para pengikut Daud hendak melontari Daud dengan batu. Mari kita perhatikan apa yang dilakukan Daud sehingga ia menerima kembali apa yang dicuri dari padanya. Yang dilakukan Daud adalah menguatkan kepercayaan pada Allah (ay 6c), masuk dalam hadirat Tuhan (ay 7-8), dan mengejar serta bertempur (ay 9-19). Perhatikan Daud menerima kembali semua yang hilang daripadanya, bahkan dikatakan dari yang kecil sampai yang besar tidak yang hilang semuanya diterima oleh Daud kembali, bahkan mereka mendapatkan jarahan yang luar biasa (ay 18-19).

3. Si Kusta (Luk 5:12-16)

Didalam hukum orang Yahudi, orang yang kena penyakit kusta harus tinggal diluar perkemahan, memakai jubah khusus, tidak boleh masuk kedalam bait Allah, bila bertemu dengan orang mereka harus berteriak “najis” dan penyakit kusta dianggap sebagai kutuk akibat dosa. Ketika si kusta itu, melihat Yesus, Ia tersungkur dan memohon (ay 12). Selanjutnya didalam ay 13, dalam sekejap ia menerima kesembuhan dari pada Tuhan.

Bapa kita adalah sumber segala yang baik dan Ia memberikan yang terbaik untuk kita dan Bapa tidak pernah menahan kebaikanNya. Perhatikan hidup Ayub, ia menerima berkat dua kali lipat setelah ia mencabut perkataannya yang salah. Daud, ia menerima kembali yang hilang dari padanya, setelah ia menguatkan kepercayaannya, masuk kedalam hadirat Tuhan serta mengejar dan bertempur dengan Amalek. Si kusta menerima kesembuhannya dalam sekejap setelah ia melihat Tuhan, dan tersungkur serta memohon kepada Tuhan (Maz 103:5)



Jumat, 30 Januari 2009

HIDUP YANG BERGAIRAH
Kolose 1 : 16

Hidup yang kita hidupi hari ini adalah hidup yang bergairah karena bagi kita yang percaya, jika kita ada hari ini, kini dan disini itu karena ANUGERAH. Jika kita memperhatikan ayat bacaan diatas, didalamnya tersirat bahwa kita diciptakan untuk kemuliaan Allah. Oleh karena itu bertitik tolak dari ayat bacaan ini, kehidupan kita memiliki tujuan yang pasti yaitu untuk kemuliaan Sang Pencipta. Hal ini tidak dapat dibandingkan dengan apapun yang ada didunia ini. Juga tidak dapat dibandingkan dengan persoalan-persoalan, tantangan dan cobaan yang kita hadapi didalam hidup ini. Persoalan yang dihadapi oleh manusia dikarenakan konsep berpikir manusia tentang hidup dan kehidupan itu. Ada golongan manusia yang memandang kecukupan materi adalah tujuan dari hidupnya. Selanjutnya ada golongan manusia yang memandang materi bukan segalanya.

Bagi kita orang percaya tujuan hidup kita jelas, yaitu untuk kemuliaan Tuhan. Jika kita menyadari hal ini hidup kita adalah hidup yang bergairah karena kita hidup dengan sebuah tujuan dan sebuah misi. Ada prinsip kebenaran kekal yang harus kita yakini dan ikuti bahwa Allah menciptakan kita dengan keunikan dan keunikan tersebut adalah potensi Ilahi untuk mengubah keadaan. Persoalannya sekarang ada banyak orang percaya yang mengalami suatu kehidupan yang biasa-biasa saja atau matisuri.

Didalam Kitab Wahyu dikatakan "suam-suam kuku". Ada satu penyebab yang membuat hal itu terjadi yaitu "Spirit of Mediocrity" ( Roh yang membuat kita tidak bisa berhasil ). Spirit of Mediocrity berakar dari pikiran masa lalu ( trauma ), kompromi, tidak ada visi dan keragu-raguan. Jadi Mediocrity adalah live without vision dan value .

( hidup tanpa visi dan nilai-nilai ).

Apa dan bagaimana Spirit of Mediocrity ?

1. netral

2. suam-suam kuku ( setengah-setengah )

3. rata-rata ( asal-asalan )

4. ahli cari alasan

5. tidak mau ambil resiko

6. mengasihani diri sendiri ( self pity )

7. pasif

8. asal bapak senang ( ABS - Man Pleasure )

Apa yang harus kita lakukan ?

Minta dan milikilah spirit of exellence ( Roh Yang Luar Biasa ) seperti Daniel di Babel, ia berbeda dengan ahli-ahli di Babel karena ia memiliki roh yang luar biasa. Spirit of exellence mengalahkan Spirit of Mediocrity.

Apa itu Spirit of Exellence ?

1. Melakukan segala sesuatu dengan segenap hati, pikiran dan kekuatan ( Mat. 22:37 )

2. Lebih dari profesional ( Daniel 6:4 )

3. Memberi yang terbaik ( Kolose 3:17 )

4. Komitmen penuh

5. Siap bertanggungjawab ( Mat. 25:21 )

Jika kita hidup dengan tujuan sebagaimana yang dirancangkan Allah jauh sebelum kita diciptakan, maka hidup kita adalah hidup yang bergairah. Mungkin pada hari-hari ini engkau tidak bergairah, kurang bersemangat dan letih lesu, inilah saatnya engkau bangkit dan minta kepada Bapa Spirit of exellence seperti Musa yang gagap dipakai Tuhan untuk memimpin bangsa Israel keluar dari mesir. Seperti Yusuf seorang Napi menjadi Perdana Mentri di Mesir. Spirit of Exellence membuat engkau dan saya melihat kepada Allah dan tujuanNya.

Sebab itu bangkitlah dan genapi tujuan Allah didalam hidupmu, sekarang !